Bahwa kamulah pribadi yang pernah kupanjatkan dalam doa selama ini..
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 15 Desember 2012
Elegi - Kisah Cinta Yang Terlambat
Aku melihatmu pertama kali saat itu.
Berdiri di samping
seseorang dari masa laluku.
Kamu tersenyum, sebuah senyum biasa, yang pada akhirnya akan
sering aku rindukan.
Cukup lama buatku untuk bisa menyadari, bahwa dirimu sudah meretas
suatu angan yang menggelitik di dalam pikiran.
Bayanganmu yang dulu sedikit kabur, mulai tampak jelas,
semakin jelas bahkan saat kelopak ini terpejam.
Ada benang merah
tipis mempersatukan kita, ku rasa.
Butuh waktu mengenali semua kebetulan ini.
Atau ini bukan kebetulan??
Bukan lagi sapaannya yang ada di sampingku yang ku nanti.
Tapi terganti dengan ucapan “selamat pagi” singkat di layar
mini.
Akh, mengapa mesti datang tak tepat waktu??
Menyesali diri yang tak kunjung memahami
Bahwa kamulah pribadi yang pernah kupanjatkan dalam doa selama ini..
Jumat, 14 Desember 2012
Meragu
Di antara laju cinta kita
Kau selalu berkata sempurna
Tapi aku berharap itu tak nyata
Tak ada yang salah
Hanya aku yang berubah
Rasaku hilang arah
Anak panah yang patah
Bukan dia, bukan mereka
Sekelumit tentang kita
Yang mulai ku lupa
Semua ini untuk apa?
Selamat Tidur, Kamu
Selamat tidur, kamu
Yang sejak pagi aku nanti
Untuk menyapaku walau hanya
sekali
Selamat tidur, kamu
Yang menemaniku dalam mimpi
Namun menghilang
Saat malam beranjak pergi
Selamat tidur, kamu
Sambil diselimuti harapan
Karena rindu yang tak terucapkan
Berharap Tuhan rela mempertemukan
Selamat tidur, kamu
Semoga masih ada kemungkinan
Yang terjadi diantara ribuan
kemustahilan
Bahwa nanti di suatu masa
Kau akan mengingatku
Seseorang yang setiap malam
berbisik
Mengucapkan
Selamat tidur, Kamu
Jumat, 21 September 2012
Sajak Kepada Malam
Malam adalah cara Tuhan menyeimbangkan alam
Mengajar untuk melihat gelap setelah terang
Menyaksikan terang dibalik kegelapan
Malam membuat mereka yang sepi menjadi berani bernyanyi
Dedaunan yang bercanda dengan berisik
Angin yang menyapa menggelitik
Dan jangkrik yang ribut mengerik
Malam adalah dekapan hangat untuk jiwa yang resah
Namun juga kesejukan bagi karya yang tumbuh dari rasa
Para pujangga memujanya
Seperti aku juga memujamu wahai malam
Kusandarkan kerinduan di bahumu setiap kali kau datang
Kau membiarkanku bermain dengan setiap melodi yang menciptakan kenangan
Aku menyukaimu, karena kau selalu tak lupa membawa mimpi-mimpiku
Selalu hadir tepat waktu
Tak pernah marah walau aku sering terlelap, dan kau menyerahkanku pada pagi.
Langganan:
Postingan (Atom)

