Bahwa kamulah pribadi yang pernah kupanjatkan dalam doa selama ini..
Sabtu, 15 Desember 2012
Elegi - Kisah Cinta Yang Terlambat
Bahwa kamulah pribadi yang pernah kupanjatkan dalam doa selama ini..
Jumat, 14 Desember 2012
Meragu
Being Single Is Not A Crime
Pertanyaan ini nyebelin buat yang boro2 kepikiran nikah, punya gebetan aja lepas melulu. Yang lebih menyebalkan adalah pertanyaan ini adalah pertanyaan paling "wajar" ditanyakan semua orang. Mereka yang sudah menggandeng pasangan resmi akan sangat senang mengungkapkan pertanyaan maut yang satu ini. Ke-PD-an ini juga berlaku bagi mereka yang sudah yakin akan segera dipinang kekasihnya menuju mahligai pernikahan (pfffttt...), mereka akan dengan tanpa rasa berdosa memancarkan aura selidik yang menyebalkan ini kepada kaum jomblo, ehm oke, lebih baik aku sebut single saja.
Well, meskipun aku "belum" termasuk kaum single ini, tapi pertanyaan dengan awalan "kapan" ini juga sering kali membuat risih. Kalo cuma berhenti di "kapan" sih nggak terlalu masalah juga, seringkali pertanyaan lanjutannya yang menyebalkan.
Setelah kita mengungkapkan alasan kenapa belum memutuskan untuk segera menikah, beberapa orang akan menyambung topik ini dengan memperdengarkan argumentasi mereka tentang pernikahan. Beberapa ada yang bisa diterima, tapi beberapa yang lain hanya membuat pikiranku menjadi "jahat", dengan mengatakan pernyataan "bohong..bohong..bohong.." pada setiap pendapat mereka.
Gimana nggak.. Sering mereka bilang "Ayo, nikah cepet aja, biar nggak kesepian. Ntar ke mana - mana ada yang nemenin.", padahal aku tau, kadang mereka sering kesel sama pasangan karena mereka nggak perhatianlah, atau nggak punya waktu lagi buat nganterin mereka jalan-jalan. Ppffftttt...
No, I'm not against marriage, not at all. Cuman belum siap aja.
Membangun rumah tangga buatku bukan sekedar cara melepaskan diri dari "kesendirian". Egois aja namanya kalo meminta orang lain masuk ke dalam kehidupan kita, hanya untuk membuat kita bahagia, harus membuat kita "lengkap".
Padahal pasangan kita juga adalah manusia biasa, yang ada kalanya juga butuh untuk dilengkapi, butuh untuk dibahagiakan.
Dalam "kesendirian"ku ini, yang dalam artian belum menikah, aku berusaha puas dengan diriku sendiri dulu. Merasa lengkap, utuh sebagai manusia, walau tanpa "pasangan".. Ini saat di mana aku bisa menggali semua potensi diri yang mungkin saat nanti aku sudah berkeluarga tidak akan dapat bisa dikembangkan secara optimal.
Pernikahan bagiku juga bukan melulu tentang punya keturunan. Bukannya nggak pengen punya anak juga, tapi hanya tidak menjadikannya hal utama dasar untuk mau menikah. Prihatin lihat banyak orang di luar sana yang akhirnya bercerai karena pasangan tidak bisa memberikan keturunan. Itu sangat tidak manusiawi :"( Dan terkesan mengingkari janji pada Tuhan, untuk menjaga pasangannya baik dalam suka maupun duka.
Aku sangat menghargai mereka yang sudah mau memutuskan untuk menikah, berbagi hidup dengan orang lain, menyatukan dua keluarga yang berbeda. Menghargai mereka yang pun berpisah karena hal2 prinsip yang aku sendiri nggak tau seberapa prinsipnya. Menghargai mereka yang mau menikah dan membangun rumah tangga bersama walau memulai dengan kesusahan.
Aku menghormati pernikahan, untuk itulah aku berpikir ribuan kali untuk menikah.
Mungkin ada yang berpikir aku terlalu perhitungan. Ya, bisa jadi seperti itu. Ini bukan membicarakan mengenai kesiapan materi semata, tetapi juga kesiapan mental karena nanti dalam keluargaku akan ada penerus2 generasi yang harus aku didik.
Berlebihan?? Tidak!!
Pernikahan itu rumit, bukan hanya tentang aku, atau kamu, atau kita, tapi juga mereka. Relasi yang kompleks.
Jadi kalaupun ada yang memilih untuk tetap single, aku juga menghargainya.
Sendiri tetapi bahagia, lebih baik, menurutku, daripada berdua tapi malah selalu tertekan.
So, in my opinion. Single is not a crime.
Jadi yang buat yang masih single, just be happy with yourself. Karena kebahagiaan itu datang dari dalam diri kita sendiri, bukan karena orang lain. Ini waktunya untuk berkarya.
Akan datang saat yang tepat dimana Tuhan merasa kita sudah cukup kuat untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
Selamat Tidur, Kamu
Jumat, 21 September 2012
Sajak Kepada Malam
Malam adalah cara Tuhan menyeimbangkan alam
Mengajar untuk melihat gelap setelah terang
Menyaksikan terang dibalik kegelapan
Malam membuat mereka yang sepi menjadi berani bernyanyi
Dedaunan yang bercanda dengan berisik
Angin yang menyapa menggelitik
Dan jangkrik yang ribut mengerik
Malam adalah dekapan hangat untuk jiwa yang resah
Namun juga kesejukan bagi karya yang tumbuh dari rasa
Para pujangga memujanya
Seperti aku juga memujamu wahai malam
Kusandarkan kerinduan di bahumu setiap kali kau datang
Kau membiarkanku bermain dengan setiap melodi yang menciptakan kenangan
Aku menyukaimu, karena kau selalu tak lupa membawa mimpi-mimpiku
Selalu hadir tepat waktu
Tak pernah marah walau aku sering terlelap, dan kau menyerahkanku pada pagi.
Senin, 17 September 2012
Saat Teduh
Santapan Harian Senin, 9/17/2012 Yosua 15:13-19 Judul: Perjuangan yang membawa dampak Mungkin kebanyakan orang berpikir jika nanti sudah tua akan menikmati masa pensiun dengan santai dan tidak bekerja keras lagi. "Biar sekarang giliran anak-anak yang berjuang, saya sudah cukup." Berbeda dengan pemikiran tersebut, Kaleb tidak merasa waktunya untuk pensiun sudah tiba, sekalipun ia telah berusia delapan puluh lima tahun. Ia justru terus berusaha untuk memperoleh apa yang Tuhan janjikan dan berikan kepadanya. Ia tidak merasa dirinya 'sudah habis', Ia justru tetap bersemangat. Oleh karena itu, setelah mendapatkan penegasan Yosua dengan memberikan pegunungan Hebron -sesuai dengan permintaannya-, ia maju menyerang kota Hebron dan merebutnya. Keteguhan hati dan keberanian Kaleb tetap sama seperti ketika ia masih muda (Bil. 13:30). Kaleb masih terus berjuang memperluas warisannya dengan dibantu oleh keponakannya, Otniel. Kaleb pun memberikan putrinya -Akhsa- menjadi isteri Otniel sesuai dengan janjinya karena Otniel berhasil menaklukkan Kiryat-Seger. Ia juga memberikan tanah dan mata air sebagai mas kawin anaknya itu. Alkitab mencatat bahwa Otniel adalah salah seorang dari hakim-hakim yang melepaskan Israel dari penindasan lawan-lawannya. Ia adalah salah seorang hakim yang dibangkitkan Tuhan untuk menyelamatkan Israel. Otniel menjalankan tugasnya sebagai hakim dengan baik sehingga negeri Israel aman selama empat puluh tahun (Hak. 3:7-11). Pengaruh teladan Kaleb ini sampai kepada Otniel juga. Mari kita belajar dari Kaleb yang memberikan pengaruh positif pada orang lain. Faktor usia bukanlah masalah. Seperti halnya buah kelapa, yang makin tua makin bersantan, demikianlah Kaleb. Semakin tua ia semakin memberi dampak. Iman, kesetiaan, perjuangan, semangat, dan keberanian yang kita miliki akan menular dan memberikan dampak kepada orang-orang di sekitar kita dan orang-orang yang kita layani sehingga mereka juga boleh memiliki hidup penuh kemenangan. Apakah hidup Anda juga berpengaruh bagi orang lain? Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2012/09/17/ Santapan Harian. diambil dari sabda.org
Minggu, 09 September 2012
Nyanyian Rindu Di Suatu Pagi
Ada yang mengusik hati di pagi ini
Sebentuk rasa yang tiba- tiba hinggap
Rasa yang menguapkan segala kantuk dari pelupuk mata
Rindu menggebu
Padamu
Butiran air bening meleleh
Hangat dan basah
Sehangat senyumanmu yang aku kenang
Senyuman yang tidak bisa lagi aku miliki
Airmata ini kiranya cukup
Melukiskan pedihnya hati yang merindu pada waktu
Yang tidak bisa kembali
Waktu yang bisa membawa kenangan itu kembali
Menghadirkan dirimu
Dan juga menghadirkan kita
Tapi tidak seperti rindu yang selalu saja datang mengganggu
Waktu dan juga dirimu selalu enggan bertemu denganku
Membiarkanku bergelut dengan risau
Membalut rindu dengan luka

