Jumat, 12 Mei 2023

Dedicated to The Love of My Life

Semalam (11/05/2023) kira-kira pukul 23.00, sesampainya dari kios, badan ini mulai terasa meriang. 
"Ah, paling karena angin dingin sehabis hujan di perjalanan pulang tadi." Pikirku waktu itu. Namun, semakin lama badan ini semakin terasa tidak enak. 
Di rumah sendiri dan sedang tidak enak badan memang bukan kombinasi yang pas. Pikiran dan perasaan ini mulai menelisik semua kenangan yang tersisa.
Untungnya, aku masih cukup waras untuk menyudahi semua penjelajahan antarwaktu tersebut dengan memutuskan untuk tidur saja.
Sebelum memejamkan mata, sempat terlintas wajah mendiang suami. Andai saat ini dia masih ada, pasti di saat ini pula, dia sedang mengelus-elus kepalaku, mengambilkan air putih hangat dan menyuruhku untuk cepat tidur.
Entah di waktu yang mana, saat aku tertidur, ketika akhirnya aku bermimpi. Mimpi yang sudah lama sekali aku doakan untuk muncul walau sekali. Malam itu, aku memimpikanmu.
Kamu datang dengan memakai kaos kuning kesukaanmu dan mendatangiku. Kamu hanya berdiri memandangiku dengan wajah datar seperti biasanya. Hanya saja, aku melihat wajahmu lebih bersih dan terasa hangat.
Aku ingat di mimpi itu, aku sadar bahwa kamu seharusnya tidak ada di sini. Tapi di saat yang sama, aku membiarkanmu ada menemaniku. Apa kamu tahu bahwa aku merindukanmu?
Aku tidak tahu berapa lama mimpi itu berjalan, hingga akhirnya aku ingat ada sebuah suara yang memanggilmu pulang. Kamu memandangiku lama sekali. Suara itu semakin nyaring memanggilmu, tapi kamu masih tetap ada di tempat yang sama, memandangiku dengan mata yang mulai menghangat.
Di saat itu, aku sadar waktuku tidak banyak. Aku memegang tanganmu. Rasanya, senang sekali karena bisa memegang tanganmu lagi. Tangan kokoh yang selalu menggandengku ke mana saja, yang tidak pernah membiarkanku terluka. 
Aku memberanikan diri membelai pipimu. 
"Tha, aku udah bisa ke mana-mana sendiri, lho. Aku punya banyak teman sekarang. Aku baik-baik aja kok. Aku masih sering nangis kalau kangen. Tapi nggak apa-apa ya?! Kan kamu tau aku ini memang cengeng. Tapi aku kuat kok. Demi Cello aku kuat."
Kamu mengangguk pelan. Aku melihat sudut bibirmu terangkat sedikit. Suara itu memanggil namamu sekali lagi.
"Tha, aku sayang banget sama kamu. Separuh hidupku sudah aku habiskan bersamamu. Aku dulu nggak tau, kalau rasanya sesakit ini tanpamu. Tapi, nggak apa-apa, aku tau Tuhan lebih mengasihimu. Kamu selamanya akan ada di hatiku."
Sesudahnya aku melihatmu tiba-tiba memudar dan aku terbangun dengan mata sembab dan kepala yang semakin pusing. Aku menangis lagi di pagi hari yang sepi. 
Aku bahkan tidak bisa menandai perasaan ini. Apakah ini senang atau sedih? Sayang, andai waktu bisa diputar, aku ingin lebih banyak mengucapkan "aku menyayangimu." Aku ingin bisa terus memelukmu. Tapi aku tahu, waktunya sudah selesai.
Terima kasih ya, sudah hadir di mimpiku. Aku tahu, kamu bahagia di Firdaus. Kini, aku juga harus bahagia, kan?! Aku mencintaimu, sampai kapanpun..

Jumat, 10 Maret 2023

Kembali Kuat dan Bangkit Bersama JNE

Ketika virus covid-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, tidak ada yang menyangka bahwa virus yang gejalanya hampir mirip dengan influenza biasa tersebut akan menjadi wabah yang menyerang seluruh dunia. 

Tidak ada yang kebal dengan virus yang cepat sekali bermutasi tersebut, termasuk Indonesia. Masih teringat jelas ketika muncul dua kasus positif corona pertama  di Indonesia pada tanggal 14 Juni 2020 lalu, hingga akhirnya menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Orang-orang yang biasanya bisa berkumpul akhirnya harus menjaga jarak dan membatasi pertemuan. Bukan hanya masyarakat pada umumnya, para pelaku usaha pun juga merasakan dampak saat pandemi melanda. Rumah makan yang biasanya ramai menjadi sepi, tempat wisata semakin jarang dikunjungi wisatawan masih banyak lagi.

Tetap Kuat Bersama JNE

Pandemi COVID-19 telah mendorong perubahan perilaku di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal berbisnis, khususnya bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Indonesia. Setidaknya ada lima kebiasaan baru yang tercipta kala pandemi yang menyangkut UMKM:

1. Peningkatan Penggunaan Teknologi

Dalam menghadapi pandemi, UMKM harus mulai meninggalkan sistem konvensional. Mau tidak mau, mereka harus bisa beralih ke model bisnis yang berbasis online dan digital. Tentunya hal ini bukan sesuatu yang mudah, sebab akan ada penyesuaian lainnya ketika menjalankan bisnis ini, misalnya masalah pengemasan, pengiriman dan lain sebagainya. 

Banyak UMKM yang mulai menggunakan teknologi seperti situs web, media sosial, dan aplikasi mobile untuk berjualan dan memperluas jangkauan pasar mereka. Sedikit banyak, para pelaku usaha yang mulai menjalankan bisnis dengan sistem digital bisa mulai bangkit dari keterpurukan.

2. Peluang Kerjasama

Pandemi juga mendorong terciptanya kerjasama antar UMKM untuk mempertahankan bisnis mereka dan mengatasi tantangan ekonomi yang dihadapi. UMKM dapat bekerja sama dalam hal produksi, promosi, dan pengiriman produk.

3. Fokus pada Produk Lokal

Kebijakan pembatasan perjalanan dan impor barang dari luar negeri telah mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada produk lokal. Hal ini memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan produk mereka.

4. Perhatian pada Kebersihan dan Kesehatan

Pandemi telah menumbuhkan kesadaran yang lebih besar tentang kebersihan dan kesehatan. Hal ini mendorong UMKM untuk memperhatikan standar kebersihan yang lebih tinggi dalam produksi dan pengiriman produk mereka. Beberapa UMKM bahkan menyediakan produk-produk khusus seperti masker dan hand sanitizer untuk menjawab kebutuhan konsumen.

5. Adopsi Sistem Pengiriman

Pandemi telah mendorong UMKM untuk mengadopsi sistem pengiriman produk ke rumah pelanggan sebagai alternatif dari penjualan langsung. Hal ini memungkinkan UMKM untuk tetap menjalankan bisnis mereka tanpa harus membuka toko fisik.

Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian dari JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) guna memberikan bantuan pengiriman kepada para pelaku usaha. Perusahaan jasa ekspedisi yang sudah berusia 32 tahun ini mengajak masyarakat dan UMKM untuk bangkit bersama dan kembali menjadi kuat untuk bisa maju. 

Bentuk Dukungan JNE Kepada UMKM

JNE merupakan salah satu perusahaan jasa pengiriman yang peduli dengan kebangkitan UMKM, terutama di masa pasca-pandemi. Beberapa bentuk dukungan yang diberikan JNE kepada UMKM antara lain:

1. JNE E-commerce Solution

JNE E-commerce Solution adalah layanan pengiriman yang disediakan JNE khusus untuk UMKM yang menjual produk melalui platform e-commerce. Layanan ini membantu UMKM untuk mengirimkan produk dengan mudah dan cepat ke seluruh pelosok Indonesia. Selain itu, JNE E-commerce Solution juga memberikan solusi untuk kebutuhan logistik UMKM, seperti packing, pengambilan, dan pengiriman barang.

2. JNE Shipping Point

JNE juga menyediakan layanan JNE Shipping Point yang memudahkan UMKM dalam melakukan pengiriman barang. UMKM dapat menitipkan barang yang akan dikirimkan ke JNE Shipping Point terdekat, dan JNE akan mengurus proses pengiriman ke alamat tujuan.

3. JNE Jtracing

JNE Jtracing adalah layanan pelacakan barang yang memudahkan UMKM dalam memantau status pengiriman barang. UMKM dapat memantau status pengiriman barang secara real-time dan mengetahui lokasi barang saat ini berada.

4. JNE Go-Send

JNE Go-Send adalah layanan pengiriman barang yang dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua. Layanan ini cocok untuk UMKM yang ingin mengirimkan barang ke daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

5. JNE Cash on Delivery

JNE juga menyediakan layanan Cash on Delivery (COD) yang memungkinkan pembeli untuk membayar barang yang dibeli saat barang tersebut diantar ke rumahnya. Layanan ini membantu UMKM untuk meningkatkan kepercayaan pembeli dan mempermudah proses transaksi.

Dengan adanya dukungan dari JNE, diharapkan UMKM dapat lebih mudah dan cepat dalam mengirimkan produk ke pelanggan mereka, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan pertumbuhan bisnis UMKM.

Kontribusi Nyata JNE Untuk Lingkungan

Bukan hanya untuk UMKM, JNE pun juga memberikan perhatian khusus kepada lingkungan sosial masyarakat pada umumnya. Beberapa program JNE yang berbasis lingkungan dan sosial adalah:

1. Program Peduli Lingkungan

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup. JNE melakukan program ini dengan cara mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan menggantinya dengan tas belanja yang ramah lingkungan.

2. Program Pelatihan Kewirausahaan

JNE juga memiliki program pelatihan kewirausahaan untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan usaha mereka. Program ini dilakukan dengan memberikan pelatihan, pendampingan, dan bantuan modal usaha bagi para pelaku UMKM.

3. Program Donasi untuk Korban Bencana Alam

JNE melakukan program donasi untuk membantu korban bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya kepada masyarakat yang terdampak bencana.

4. Program Pemberdayaan Perempuan

Program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan dalam berbagai bidang, termasuk dalam kewirausahaan. JNE melakukan program ini dengan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi perempuan dalam memulai dan mengembangkan usaha.

5. Program Green Warehouse

Program ini bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional JNE. JNE melakukan program ini dengan cara mengoptimalkan penggunaan energi, mengurangi limbah, dan memperbaiki sistem manajemen lingkungan di gudang-gudang mereka.

Pandemi mungkin sempat menggempur dari berbagai sisi. Namun, kerjasama dan gotong royong akan memberikan kekuatan untuk kembali bangkit. Bersama JNE semua pihak dapat kembali menjalin silaturahmi dan kembali menapaki langkah untuk meraih impian di dunia yang baru. 


#JNE32tahun, #JNEBangkitBersama #jnecontentcompetition2023 #ConnectingHappiness


Sabtu, 04 Januari 2020

Mau Tidur Nyenyak Di Pesawat? Bisa Kok!

Bagi yang sering susah tidur jika tidak di kamar sendiri, maka bepergian akan menjadi tantangan. Sebab itu berarti harus bisa tidur di luar suasana rumah, terlebih lagi jika harus tidur di dalam pesawat. Awalnya mungkin susah, tapi mau tidur nyenyak di pesawat? Bisa kok! Mudah kalau kamu tahu bagaimana cara agar bisa tetap nyaman walaupun di perjalanan.

Gunakan Pakaian Yang Nyaman
Ada baiknya kamu menggunakan pakaian berbahan kaos yang nyaman, serta celana yang tidak gerah ketika digunakan. Tips tidur di pesawat adalah jangan memakai pakaian yang terlalu ketat maupun terlalu longgar. Juga jangan yang terlalu tipis maupun terlalu tebal. Kamu masih bisa menggunakan jaket ketika merasa suhu kabin turun dan kamu tidak nyaman. Kondisi di pesawat biasanya dingin namun kering.

Untuk kamu yang perempuan, jangan pakai rok mini atau hot pant jika kamu ingin tidurmu nyaman dalam penerbangan yang panjang. Jangan terlalu banyak menggunakan aksesoris, sebab hanya akan membuatmu bertambah ribet. Simpan dahulu semua aksesorismu di dalam tas.

Pilih Duduk Dekat Jendela
Jika kamu memang berniat untuk tidur selama penerbangan, maka posisi tempat duduk yang pas adalah di dekat jendela. Di posisi ini, kamu tidak akan terganggu apabila teman perjalananmu ingin pergi ke toilet atau hendak berjalan-jalan sebentar. Dan lagi, kamu juga tidak akan terganggu dengan aktivitas penumpang lain yang wara-wiri di sepanjang koridor.

Dengan memilih duduk dekat jendela, kamu juga tidak perlu bingung mencari sandaran kepala ketika ingin tidur. Terlebih jika kamu pergi sendirian. Kamu bisa menyandarkan kepala ke dinding pesawat dan mulai tidur dengan nyenyak.

Gunakan Bantal Leher
Bantal leher merupakan barang yang tidak boleh terlewatkan ketika kamu sedang dalam perjalanan jauh. Selain bisa menghindarkanmu dari kaku leher, kamu juga bisa lebih nyaman saat tidur karena ada yang menopang kepalamu. Untuk tips tidur di pesawat, jangan gunakna bantal leher dengan posisi biasa.

Namun, gunakan bantalan busa di bagian depan, sehingga bisa menopang kepalamu yang cenderung akan condong ke depan karena bentuk kursi pesawat. Pilihlah bantal leher yang dibalut kain lembut dan isinya tidak terlalu penuh maupun terlalu kempes., sehingga bisa menopang lehermu dengan baik.

Gunakan Barang Bawaan Untuk Pijakan Kaki
Masalah ruangan untuk kaki memang sering menjadi persoalan ketika naik pesawat. Dengan ruang yang sempit, kamu pasti tidak leluasa untuk menggerakkan maupun meluruskan kaki.

Untuk mengatasinya, gunakan tas jinjingmu sebagai pijakan agar kakimu bisa sedikit lebih tinggi sehingga bisa lebih nyaman. Selain itu, gunakan juga kaos kaki agar kakimu tidak kedinginan selama dalam penerbangan.

Jangan Makan Berlebihan
Makan terlalu banyak akan membuat perutmu penuh dan juga mengganggu tidur nyeyakmu. Begitu pula dengan minuman yang berkafein. Selain meningkatkan kinerja jantung, minuman berkafein juga bersifat diuretik, sehingga kamu akan lebih sering ke toilet yang artinya akan mengganggu tidur nyenyakmu. Setengah jam sebelum tidur, konsumsi saja makanan yang ringan, seperti buah atau kacang-kacangan.

Mendengarkan Musik
Banyak orang yang menggunakan tips tidur di pesawat semacam ini dan memang terbukti berhasil. Musik yang lembut akan menstimulasi otak agar lebih santai sehingga membuat suasana hati membaik dan kamu mulai bisa tidur dengan nyenyak. Catatan yang perlu kamu ingat adalah, lebih baik gunakan earphone yang kamu bawa sendiri daripada menggunakan headphone yang tersedia di bangkumu.

Tips Hemat Berlibur ke Taman Nasional Kepulauan Togean

Kamu belum pernah berlibur ke Taman Nasional Laut Kepulauan Togean? Tempat ini merupakan surga bagi mereka yang menyukai keindahan pantai berpasir putih dan juga pencari sensasi menyelam di bawah laut. Taman yang tepatnya berada di Teluk Tomini ini sudah banyak menyedot wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Taman yang merupakan aset wisata dari  Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah ini merupakan destinasi wisata yang harus kamu kunjungi. Tapi banyak yang memikirkan tentang anggaran ketika ingin berlibur ke sana. Padahal ada tips hemat berlibur ke Taman Nasional Kepulauan Togean yang cocok untuk para bacpackers.

Transportasi
Untuk menghemat anggaran, kamu bisa mencari tiket pesawat murah menuju Gorontalo, kemudian dari Bandara Jalaluddin Gorontalo, kamu bisa meneruskan perjalanan menuju Pelabuhan Gorontalo dengan menggunakan kendaraan. Sesampainya di pelabuhan, kamu bisa menggunakan kapal feri Tuna Tomini menuju Wakai, Togean.

Tapi, sesuaikan jadwal perjalananmu jika kamu ingin menggunakan kapal ini, sebab jadwal operasi kapal hanya pada hari Selasa dan Jum’at pada pukul 18.00 WITA. Selain itu, kamu membutuhkan tenaga untuk menempuh perjalanan selama 12 jam. Pergunakan kacamata terbaikmu untuk menikmati perjalanan di laut tanpa perlu merasa terganggu dengan silaunya mentari. Perjalanan ini merupakan perjalanan yang paling murah di antara transportasi lainnya.

Jika kamu ingin mencapai Togean (Dolong Waleakodi) via Bumbulan Paguat di Kabupaten Gorontalo dari kota Gorontalo, kamu harus menempuh perjalanan selama 3 jam terlebih dahulu untuk bisa sampai ke tempat bersandarnya kapal Cengkeh Afo. Setelah itu, kamu harus meneruskan perjalanan via laut selama 6 jam. Jadwal operasi kapal Cengkeh Afo adalah hari Senin dan Kamis pukul 08.00 WITA.

Selain via Gorontalo, kamu juga bisa mengambil rute via Palu yang memiliki jadwal keberangkatan kapal lebih banyak. Tetapi kamu harus mengoper armada beberapa kali sebelum bisa sampai ke pelabuhan.

Akomodasi
Untuk penghematan, maka kamu bisa memilih akomodasi berupa homestay yang bisa kamu dapatkan dengan harga termurah sekitar Rp 200 ribu per malam. Fasilitas yang bisa kamu dapatkan juga cukup lengkap, yaitu kamar mandi dalam dan juga makan 3 kali sehari termasuk teh dan kopi. Untuk sewa homestay di sini bisanya tidak dihitung per kamar, tetapi per orang.

Kamu juga bisa memilih untuk menginap di mana kamu suka. Sebab Togean terdiri dari beberapa pulau kecil yang memiliki daya tarik tersendiri. Maka penginapan pun tersebar di seluruh daerah. Untuk pilihan homestay terbanyak, kamu bisa dapatkan di Pulau Wakai, yang juga merupakan pulau terbesar. Sedangkan Pulau Kaididri merupakan pulau yang paling dikenal di antara pulau lainnya. Di pulau ini kamu bisa menikmati pantai paling indah. Jangan lupa membawa kacamata favoritmu ketika menikmati pesona pantai di sini.

Aktivitas
Kamu tidak akan kehabisan ide untuk menikmati keindahan alam pulau Togean. Dengan 596 spesies ikan, 262 spesies karang serta puluhan jenis binatang laut lainnya, pulau ini merupaka pulau yang paling sesuai untuk menyelam. Jika kamu tidak bisa menyelam, kamu masih bisa berjemur di pantai sambil bermain pasir pantai. Menikmati keindahan sinar mentari pagi dan sore di pantai berpasir putih sambil berswafoto mengenakan kacamata terbaikmu.

Kamu juga bisa menyewa perahu yang harganya cukup bervariasi, mulai dari Rp. 550.000. Kapasitas perahu ini adalah untuk 8 orang. Perjalananmu dengan perahu ini akan sangat pantas dinikmati dengan mengitari pulau Kadidiri, Katupat, Malenge dan Waleakodi.

Jarang Diketahui, Tapi Ini 10 Fakta Menarik Tentang Anjing

Anjing sudah lama diakui sebagai sahabat terbaik manusia. Hewan berkaki empat ini bukan hanya dikenal setia, tetapi juga sangat penyayang serta pandai. Namun, tidak banyak fakta yang diketahui orang tentang anjing. Berikut ini beberapa fakta unik mengenai anjing yang wajib kamu ketahui:

1. Pendeteksi Kanker
Sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh manusia dapat menghasilkan limbah metabolisme. Produk sisa ini lain dari yang dihasilkan oleh sel yang sehat.
Anjing dapat menemukan perbedaan ini. Salah satu cara anjing mendeteksi perubahan ini dan menemukan sel kanker adalah dari napas manusia yang diendusnya. 

2. Misteri Anjing Jantan Yang Kencing Berdiri
Ketika melakukan gerakan tersebut, tentu bukan tanpa alasan. Hal ini mereka lakukan agar terlihat lebih besar dari anjing lain. Penelitian ini dilakukan oleh Cornell University. Anjing kecil biasanya memilih tempat yang lebih tinggi agar anjing jantan lain terkelabui. Hal ini normal terkait dengan Alpha Male.

3. Kecerdasan Anjing Sebanding Bayi Berumur 2 Tahun.
Menurut American Physhicological Association, anjing dapat mengerti hingga 250 kata. Hal ini sama halnya dengan kemampuan anak batita.

4. Kuatnya Indera Penciuman Anjing
Kekuatan indera penciuman anjing memang sudah tidak diragukan lagi. Maka dari itu, anjing kerap digunakan sebagai alat pelacak, baik untuk mencari jejak maupun untuk menemukan narkoba dan barang lainnya. 
Hal ini dikarenakan kekuatan indera mereka bisa sampai 100.000 kali lebih akurat daripada manusia.

5. Posisi Tidur Anjing Yang Meringkuk
Posisi meringkuk seperti bola dilakukan anjing agar organ penting mereka terlindungi. Selain itu, posisi demikian bisa menghangatkan badan anjing. Tapi memang tidak selamanya mereka tidur dalam posisi seperti itu, terkadang mereka juga berbaring biasa. Hal seperti ini menandakan bahwa mereka sudah nyaman dan merasa bahwa berada di lingkungan yang aman.

6. Anjing memiliki tiga kelopak mata.
Baru tahu ya? Hal ini wajar saja karena satu dari tiga kelopak mata tersebut tersembunyi. Jadi yang selama ini kita lihat memang Cuma ada dua. Letak kelopak ketiga ada di sudut dalam mata anjing dan memiliki kelenjar air mata yang tak terlihat.

7. Cara Anjing Minum
Karena tidak mempunyai pipi, maka mereka minum dengan punggung lidahnya. Hal ini dilakukan agar mereka bisa menghisap seperti layaknya manusia ketika minum.

8. Anjing Dapat Juga Cemburu
Ternyata anjing juga memiliki emosi seperti manusia, walaupun tidak sekompleks yang dipunyai oleh manusia. Salah satu emosi yang kerap ditunjukkan anjing adalah cemburu. Pasti kamu sering melihat ketika anjing berebutan ingin dipeluk pleh tuannya, bukan?
Selain itu, anjing juga peka terhadap bentuk keadilan. Hal ini terjadi ketika kita memberikan hadiah setelah mereka melakukan apa yang kita suruh. Mereka akan ingat terhadap hal ini dan akan protes jika kita tidak melakukan hal yang sesuai seperti yang sudah disepakati.

9. Anjing Juga Berkeringat
Sebagaimana dituturkan oleh Pet MD, pada bagian telapak kaki anjing terdapat jaringan empuk mirip bantalan yang memuat kelenjar merokrin. Kelenjar inilah yang menghasilkan keringat bagi anjing.

10. Anjing Juga Bermimpi
Siapa bilang jika mimpi hanya monopoli manusia? Ternyata otak anjing juga memiliki kegunaan yang sama seperti otak manusia ketika mereka tidur. Anjing bermimpi ketika mereka memasuki masa REM. Pernah melihat kaki anjing bergerak ketika tidur? Bisa jadi mereka saat itu sedang bermimpi.

Nah, itu tadi beberapa fakta unik mengenai anjing yang jarang diketahui. Setiap anjing memiliki karakter yang berbeda, namun walau demikian, tidak pernah ada yang dinamakan anjing jahat. Mereka semua dibentuk oleh manusia dan juga lingkungannya. Jadi, kamu tertarik memiliki anjing?

Jumat, 29 November 2019

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Security Check


Seringkali saat akan mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang, hal yang paling malas dihadapi adalah ketika pemeriksaan. Kita pasti sudah membayangkan bagaimana ribetnya nanti ketika harus melewati prosedur keamanan tersebut. Padahal ada kiat agar pemeriksaan ini bisa berjalan dengan cepat, tanpa kamu harus ribet. Ada hal-hal yang harus diperhatikan saat security check agar prosesnya berjalan dengan mudah dan lancar.

Tepat Memilih Tempat Pemeriksaan
Tips melewati pemeriksaan bandara yang pertama adalah kamu harus jeli melihat tempat pemeriksaan. Jika kamu sedang terburu-buru dan tidak mempunyai waktu lama untuk mengantri, maka pilihlah antrian yan tidak banyak anak-anak maupun orang tua, sebab butuh waktu sedikit lebih lama ketika memeriksa mereka. Hindari juga mengantri di belakang orang yang belum siap atau membawa terlalu banyak barang.

Lakukan Penyimpanan Barang Dengan Tepat
Kamu pasti tahu bukan bahwa saat di tempat pemeriksaan semacam ini akan ada pemindaian tentang logam dan barang berbahaya. Jadi jika kamu sangat harus membawa gunting, pisau atau perkakas lainnya, masukkan ke dalam tas kecil kemudian masukkan ke bagasi, jangan bawa masuk ke dalam kabin.

Untuk aksesoris dan barang logam lainnya yang akan kamu bawa masuk ke dalam kabin, gabungkan semuanya ke dalam tas kecil agar mudah mengumpulkannya. Letakkan juga ponsel, tablet atau gawai lainnya ke dalam tas kecil lain, daripada meletakkannya secara terpisah di dalam kotak yang sudah disediakan di tempat pemeriksaan.

Tips melewati pemeriksaan bandara yang lainnya adalah jangan membawa benda yang jelas dilarang untuk diletakkan di dalam bagasi atau tas yang akan kamu bawa ke dalam kabin. Untuk bisa mengetahui jenis barang apa yang dilarang, Kamu bisa mengunjungi situs web maskapai penerbangan tersebut.

Siapkan Tiket Pesawat
Selalu masukkan tiket pesawat dan juga dokumen penting lainnya di dalam tas kecil yang dimasukkan ke dalam tas tangan maupun ransel yang kamu bawa ke kabin. Hal ini akan memudahkanmu ketika sampai di tempat pemeriksaan. Ingat juga letak saku di dalam tas tempat kamu menyimpannya sehingga mudah untuk mendapatkan tiket saat diperlukan.

Gunakan Dua Baki
Menggunakan dua baki akan memudahkan proses pemeriksaan. Kamu bisa meletakkan di barang elektronik seperti ponsel, laptop dan lain sebagainya di baki pertama dan barang bawaan lainnya di baki kedua. Jangan lupa untuk meletakkan kedua baki tersebut secara berdekatan.

Jangan Bercanda
Kamu mungkin saja lolos dalam hal pemeriksaan barang bawaan, namun jika kamu bercanda secara berlebihan di tempat pemeriksaan maka kamu bisa jadi malah harus tertahan dan dimintai pertanggungjawaban. Salah satu hal yang akan membuatmu tidak lolos pemeriksaan adalah ketika bercanda tentang bom yang ada di salah satu barang. Bahan candaan semacam ini termasuk terlarang dan kamu bisa saja malah harus dikenai hukuman.

Maka selalu perhatikan tingkah lakumu ketika sedang ada di bagian pemeriksaan. Jangan bercanda kelewatan yang dapat meresahkan penumpang yang lain. Selain itu, kamu juga harus berlaku sopan. Semua hal tentunya memiliki prosedur, ikuti saja aturan yang berlaku agar semuanya berjalan lancar. Pahami dahulu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan maupun dibawa di saat pemeriksaan. Kamu bisa membacanya di banyak buku panduan perjalanan.

Terkadang karena ketidakpahaman tentang peraturan membuat seseorang harus kena tegor dan mendapat masalah saat berada di ruang pemeriksaan. Namun dengan mengetahui hak dan kewajibanmu sendiri, kamu sudah menjalankan tips melewati pemeriksaan bandara yang paling jitu.

Rabu, 09 Mei 2018

Tips Mengatasi Takut Naik Pesawat


Dalam dunia ini ada banyak ketakutan berlebihan tentang sesuatu, salah satunya adalah takut terbang dan juga ketakutan yang menyangkut dunia penerbangan. Hal ini tentunya akan cukup menyulitkan, terlebih bagi mereka yang diharuskan memiliki mobilitas tinggi yang tidak bisa hanya dicapai menggunakan moda transportasi darat dan laut saja.

Bahkan ketakutan semacam ini tidak hanya dialami orang biasa, para pesohor dan orang penting sekali pun juga banyak yang mengalami ketakutan serupa. Namun ada beberapa tips mengatasi takut naik pesawat yang bisa kamu pergunakan untuk mengatasinya.

Sebelum membahas mengenai tips, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu beberapa phobia yang bisa muncul ketika akan menjalani perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang.

·        Aerophobia
Orang yang memiliki phobia ini bukan hanya cemas ketika sedang mengudara saja, dia bahkan cemas ketika ada di dalam semua benda yang berhubungan dengan penerbangan walaupun belum lepas landas. Orang-orang ini bisa sangat cemas ketika berada di dalam helikopter, pesawat terbang dan benda terbang lainnya. Mereka akan sangat menghindari bepergian menggunakan pesawat terbang, namun jika mereka terpaksa harus terbang, maka mereka akan menderita kecemasan dan kepanikan berlebihan.

·        Aviophobia
Perbedaan aviophobia dengan aerophobia adalah penderitanya hanya cemas ketika sedang terbang di dalam pesawat. Intensitas kepanikan seseoranglah yang menentukan apakah seseorang tersebut disebut aviophobia atau hanya kecemasan biasa. Seseorang dikatakan sebagai penderita aviophobia jika dia merasakan kecemasan dan kepanikan lebih dari 10 menit sejak masuk ke dalam kabin dan lepas landas. Walaupun untuk penerbangan dengan tiket pesawat domestik yang rentang waktunya pendek, seseorang dengan penderita phobia ini akan tetap merasak panik yang berlebihan.

·        Acrophobia
Phobia yang satu ini memang tidak berhubungan langsung dengan dunia penerbangan, tetapi tetap berkaitan. Seseorang yang menderita acrophobia atau ketakutan terhadap ketinggian pasti juga akan merasakan kecemasan dan kepanikan ketika bepergian menggunakan pesawat terbang.

Jika kamu termasuk dalam beberapa golongan yang menderita ketakutan berlebihan seperti yang tertera di atas, maka kamu memang butuh perlakuan ekstra agar bisa tetap tenang saat akan menggunakan moda transportasi pesawat terbang.

Alihkan Kecemasan
Hal pertama agar kamu tidak panik adalah mempersiapkan segala sesuatunya sebelum sampai ke bandara. Pastikan kamu sudah membawa semua hal yang diperlukan, baik pakaian, obat, tiket pesawat domestik maupun luar negeri, paspor dan lain sebagainya. Jangan lupa juga untuk tidak terlambat, sebab saat terburu-buru kamu akan menjadi lebih mudah panik. Jika pikiran tentang kekuatiran tersebut muncul, alihkan dengan memikirkan hal menyenangkan dan juga lucu yang bisa membuatmu tertawa dan mengurangi tekanan.

·        Meditasi
Meditasi adalah salah satu solusi yang sering diterapkan oleh beberapa orang yang menderita phobia untuk menetralisir kepanikan mereka. Ada banyak cara meditasi yang bisa kamu temukan di buku panduan maupun internet. Salah satu caranya adalah dengan mengambil napas dalam setelah itu hembuskan dengan perlahan hingga detak jantungmu mulai normal.

·       Tuliskan Pengalaman Kamu
Seringkali menulis bisa menjadi terapi yang ampuh mengatasi kepanikan. Dengan menulis, kamu mencoba untuk jujur dengan apa yang kamu alami. Menulis juga membuatmu bisa berkomunikasi dengan alam bawah sadar. Selain menuliskan kecemasan, kamu bisa mencoba untuk menulis yang lebih bernada ceria, seperti bagaimana kamu memperoleh tiket penerbangan domestik pertama, perjalanan menyenangkan apa yang akan kamu peroleh dengan penerbangan tersebut dan lain sebagainya.

Minggu, 19 Maret 2017

A Gift To You : My Pisces Guy

Hei, kamu. Selamat ulang tahun ya. Selamat memasuki babak baru dalam sejarah hidupmu.

Waktu aku nulis catatan kecil ini, playlist di laptopku sedang memainkan lagu All Of Me-nya John Legend, yang secara otomatis selalu mengingatkanku padamu. Menyenangkan, sekaligus mengesalkan setiap kali aku mendengar lagu ini. Senang, karena rasanya seperti kamu sedang menyanyikan itu untukku. Kesal karena itu hanya menjadi “seperti”, bukan senyatanya.

Iya, aku nggak jadi melow kok. Aku tahu kamu akan kesal setiap kali aku jadi menye-menye. Lucu ya, kenapa aku masih saja menganggap apa yang kamu nggak suka itu penting. Aku masih merasa bahwa aku harus bisa menjaga diri karenamu. Aku harus bisa lebih bahagia karenamu. Aku harus bisa menunggumu yang selalu berkata “sabar ya, besok juga ketemu”, karenamu. Semua masih tentang kamu, selalu, dan kadang aku membenci itu.

Oh, maaf, harusnya catatan kecil ini adalah tentangmu, bukan tentangku. Tapi, apa yang bisa aku tuliskan tentangmu lagi selain apa yang aku tahu selama ini? Butuh waktu dua tahun, hanya untuk bisa bertemu denganmu sekali saja. Mungkin aku harus menunggu lagi selama empat belas purnama. Padahal kamu bukan Rangga, dan aku bukan cinta. Cerita kita juga  jauh dari Ada Apa Dengan Cinta. Mungkin lebih manis, atau lebih tragis. Biar Tuhan saja yang tahu.

Can, ada banyak cerita yang terlewat dariku tentangmu. Tapi tak apa. Asal aku lihat kamu bahagia, aku pasti akan baik-baik saja.
Hei, kamu tahu? Apa yang selalu aku panjatkan pada Tuhan setiap kali aku berdoa? Jangan tertawa, iya aku sekarang suka berdoa. Aku meminta agar suatu saat nanti bisa menyaksikanmu memainkan gitar lagi di atas panggung. Aku berharap ada di belakang panggung saja. Tentunya aku akan kesusahan kalau harus membaur dengan para pasukan babi itu ahahahha... melihatmu dari belakang panggung. Menunggumu selesai bermain. Menawarkan handuk padamu, menyeka keringatmu, kemudian kita tertawa, menertawakan apa saja.

Aku memang anggota klan utopis sejati.

Tapi tak apa. Bukankah manusia bisa hidup karena ada harapan-harapan. Dan harapanku adalah bisa bersamamu. Menjadi teman, menjadi sahabat baik, menjadi belahan jiwa yang selalu bisa menerima cerita, menumpulkan air mata, dan menyediakan bahu jika salah satu sedang lemah dan terluka. Itu saja. Terlampau jauh jika harus sehidup semati. Aku lebih memilih untuk bisa mengawal bahagia dan sedihmu saja. Walau nggak harus selamanya ada di sisimu.

Seringkali aku bertanya, apakah kamu berubah? Apakah kamu masih orang yang sama seperti empat tahun yang lalu? Akan sangat bodoh jika aku menepikan jawaban bahwa kamu sudah berubah. Lagipula kita semua berubah, bukan? Aku berubah, kamu berubah, kehidupan kita berubah. Walau aku masih menyertakan harap, bahwa masih ada ruang kecil dalam hatimu untuk seorang macan kecil sepertiku.

Kesibukan memang obat paling ampuh membunuh perasaan. Kamu yang penuh dengan waktu-waktu yang padat, aku dengan pikiran-pikiran yang sesak. Kapan kita bertemu? Dalam doa, tentu saja.

Can, selamat ulang tahun.

Aku nggak tahu, akan bermakna apa catatan kecil ini saat kamu membacanya. Tenang, aku nggak menulis ini buat nagih janji tentang Lekker Gajahan, maccaroon, atau janji “kamu bisa andelin aku kok” itu. Aku sudah bisa merelakannya. Kamu ingat aku pernah bilang, “orang yang paling sering berjanji, akan paling banyak mengingkari”. Bukan kamu saja, aku juga. Kita semua begitu.

Can, semoga tahun-tahunmu ke depan akan penuh dengan kelimpahan. Salah satunya adalah waktu. Aku berdoa, Tuhan akan mengaruniakan padamu waktu yang berlimpah. Bukan untukku. Tapi untukmu sendiri. Sehingga kamu bisa menikmati cinta dari orang-orang yang kamu sayangi tanpa harus tersita dengan semua pekerjaan yang menjemukan dan menuntut tanggung jawab itu. Juga waktu agar kamu bisa lebih menikmati bahagiamu.

Selalulah sehat, Can. Kalau kamu flu, janganlah minum obat melebihi dosis seperti biasanya. Badanmu nggak bisa selamanya menanggung beban obat-obatan berlebih begitu. Istirahatlah, Can. Bukan Cuma raga, tapi juga jiwa. Bahagialah, sekali lagi.

Wah, aku sudah mirip emak-emak. Begitulah, usia memang nggak bisa bohong ya? Tertawalah, untuk kali ini. Aku suka mendengar suara tawamu. Juga leluconmu yang seringkali nggak lucu itu. Aku tertawa, semata karena bahagia. Karena itu leluconmu. Karena itu adalah kalimatmu. Karena ada kamu. Begitu.

Can, maaf. Aku belum sempat memberimu kue lemon. Mungkin besok atau lusa. Atau beberapa waktu lagi yang nggak kita tahu pastinya. Tapi pasti, aku akan membuatnya dengan tanganku sendiri. Agar kamu tahu bahwa masih ada aku, yang mau mendengarkan semua yang menjadi inginmu, harapanmu, dan berusaha mewujudkannya, walau nggak semua.

Baiklah, Can. Sambil menunggu untuk bisa menjadi teman berbincangmu lagi. Aku akan terus memanjatkan doa. Menyampaikannya pada Tuhan dan semesta. Saat kita bertemu lagi nanti, aku percaya, kita berdua akan lebih dari baik-baik saja.

Sabtu, 21 Januari 2017

From Hi To Good Bye

Blenkceque! Tema hari ini beneran membuat saya harus menyiapkan tisu terlebih dahulu. Apalagi waktu lagi nulis ini, cuaca di luar lagi gerimis manja dengan mendung pekat yang berarakan seperti mengajak tawuran. Sungguh!

Kalau diingat, pertemuan pertama saya dengan dia, yang kemudian saya panggil dengan Can, kepanjangan dari Macan, berawal dari pesan singkat di bbm. Klasik ya? Begitulah. Karena kebetulan receh seperti itulah kemudian saya bisa menikmati adegan-adegan mainstream picisan di ftv yang dulu selalu sukses membuat saya mencibir dan mengganti saluran.

“Ini Ririn ya? Ya ampun kamu beda banget sekarang?”

Sebuah pertanyaan umum yang bakalan dilontarkan oleh semua teman masa kecil yang melihat perubahan saya. Lha memangnya saya dulu bagaimana? Tenang, saya bahas di postingan berikutnya ya. Including several beauty hacks. Oke, balik ke pembahasan sebelumnya. Bisa tebak apa yang terjadi selanjutnya, kan? Yap, saya ditinggal tidur. Percakapan kami setiap hari memang selalu berlangsung sampe hampir dini hari dan saya yang adalah keluarga dari batgirl selalu memenangkan pertarungan adu melek ini.

Saya selalu mampu tertawa dengan semua leluconnya yang sebenarnya sangat nggak lucu. Kemampuannya melucu yang nggak lucu itu membuatnya jadi lucu. Ribet ya? Iya, kisah cinta kami juga seribet itu. Sebetulnya niat awal adalah pengin membalas “kesombongan”nya yang nggak pernah melihat saya ada. Padahal kami satu sekolah, juga satu gedung waktu kuliah walau beda jurusan, tapi kami serasa adalah orang asing yang akan salah tingkah jika nggak sengaja bertatapan mata.

Obrolan demi obrolan selalu menjadi hal yang nggak pernah kami lewatkan. Saya sering mengiriminya puisi, yang saat sekarang saya ingat lagi bisa membangkitkan rasa geli. Dia pernah mengirimi saya rekaman audio waktu menyanyikan sebuah lagu sambil bermain gitar. Juga bertukar foto dengan pose-pose memalukan. Saya masih ingat betul foto jadulnya dengan rambut ala kangen band. Sumpah itu mengerikan dan menggelikan sampai saya mau mati kaku saking geli dan nggak bisa berhenti tertawa.

Selama dua bulan kami hanya intens ngobrol di bbm, karena kami beda kota, jadi nggak bisa seenaknya bertemu. Pertemuan langsung pertama kali adalah saat dia mendatangi tempat kerja saya. Sebuah chemistry aneh langsung bisa saya rasakan. Secara, dulu sebelum akrab di bbm, saya ingat betul, kami pernah bertemu muka langsung di sebuah mall dan kami nggak pernah mau saling sapa. Entah malu, entah lupa, entah karena nggak mau tahu juga. Tapi saat setelah sapaan hai itu, kami bisa jadi seperti sahabat yang sudah menghabiskan banyak waktu bersama. Selepasnya bukan hanya ceria, tapi duka juga kami bagi bersama.

Waktu ketemu lagi setelah bertahun lamanya itu ternyata emang membawa banyak perubahan. Dia yang waktu sekolah sangat amat pemalu, bahkan saking pemalunya cuma dipanggil nama oleh gerombolan cewek-cewek bisa membuat wajahnya menjadi kebun tomat, ternyata bisa jadi seorang gitaris band beraliran metal. Saya sempat melihat video manggungnya dan nggak menyangka banget dia bisa berubah juga. Tapi, seberubah-berubahnya seseorang, dia masih tetap punya sifat aslinya dan iya, dia masih sering bersikap malu-malu jika bertemu saya secara langsung.

Lalu apakah kami bersama pada akhirnya? Gaes, lihat judulnya dong. Jawabannya adalah nggak. Perih banget ya? Tapi memang mungkin ini yang terbaik. Walau begitu, kami masih sering tukar kabar, memaknai hai sebagai sebuah kenangan yang walau menyakitkan tapi masih bisa kami gunakan sebagai alas pertemanan. Kami masih bisa saling mendukung, untuk apapun. Somehow, jiwa kami adalah sama.

Kalau ada satu hal yang pengin saya lakukan bersamanya adalah melihatnya manggung lagi. I want to see him on stage. Entahlah, apakah bisa terwujud. Tapi bukankah Tuhan selalu punya kejutan-kejutan?

Akh, sepertinya tulisan ini agak melenceng dari tema tulisan kali ini. Semoga momon #KampusFiksi memakluminya dan saya tahu dia pasti memaafkan. *peluk Momon KF

Jumat, 20 Januari 2017

#Hari 20 Celebrities Whom I Have Crush With

Andai semua selebriti bisa direnceng kayak kopi sachetan di warung sebelah dan musti milih salah tiga, Saya dengan mantap akan memilih Jflow, Gilbas dan Dec, kemudian memasukkan mereka ke dalam saku, membawanya pulang. Tentunya nggak ada pikiran buat menuangkan mereka ke dalam cangkir dan menyeduhnya dengan air panas, melainkan akan Saya bawa sebagai teman tidur. Eh, jangan mesum, kan tadi perumpamaannya mereka itu kopi sachetan. Ehe..ehe..

Pertama kali lihat Joshua Matulessy alias Jflow itu waktu dia gabung sama Saykoji. And you know what? Saya langsung terpikat sama suaranya yang seksi dan juga wajahnya yang agak-agak bad boy gitu. Ditambah lagi waktu dia ngisi acara ProvoActive barengan Pandji Pragiwaksono di Metro TV, Saya jadi tambah pengin jadiin dia suami. Seriusan. Maksudnya Saya yang serius, kalau dianya sih boro-boro. Kenal aja juga nggak. Ehe.. ehe..

Penyuka kopi dan pemilik brand snapback +62 ini emang musisi serba bisa. Lagunya, walau hip-hop, terasa masih enak banget di kuping Saya. Dulu, waktu manajemennya buka lowongan sekretaris, hampir saja saya ngelamar dan ninggalin kerjaan di Solo. Tapi nasihat dan larangan mama memudarkan impian saya. Nah, bukan berarti saya bukan fans militan, tapi Jflow yang sayang banget sama mamanya pasti ngertiin banget tentang keputusan itu. Saya juga bisa belingsatan sendiri kalau mensyen di twitter dan dibalas sama dia. Ternyata bidadari kayak saya bisa alay juga.

I just love the way he sing, the way he look and the way he does anything. Intinya, I just love him. Dengan jambang di tampang tengilnya itu, ditambah kulitnya yang coklat eksotis, gaya becandaannya yang asyik, serta badannya yang well-built, membuat nggak ada alasan buat nggak mencintainya. Sisi tempat tidur saya terbuka buatnya. Ehm.. maksudnya buat nempatin kopi sachetan tadi itu.

Selebriti kedua adalah Gilang Baskara atau yang dikenal dengan Gilbas. Simpel sekali kenapa saya suka padanya, pertama dia lucu dan kedua dia keriwil. Yes, saya memang suka sekali pria berambut keriting. Lucu aja gitu megang-megang rambutnya. Beda sama Jflow yang jauuh di atas saya umurnya, kalau Gilbas sih termasuk berondong. Nah kan, nambah deh nilai plus dia di mata saya.

Runner up dalam kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim kedua ini katanya sih pemalu, tapi dia bisa mengalahkan rasa malunya dan bisa jadi komedian tunggal yang pinter banget ngolah materi. Wajah serius, berkacamata, pintar, keriting tapi lucu. Mungkin karena zodiak Gilbas Aquarius kali ya, makanya dia terasa adem gitu.

Kalau saat nulis ini tiba-tiba saya disamperin sama Gilbas, udah deh saya pasti bakalan pingsan. Eh, tunggu, pingsan bakalan bikin saya kehilangan waktu berharga buat gerepe-gerepe mengenal dia lebih jauh. Ehm, jadi kayaknya saya bakalan lebih milih meluk-meluk dia sambil ngajakin bikin materi rumah tangga eh stand up comedy maksudnya.

Buat yang sering nonton Britain Got Talent pasti nggak asing sama sosok Declan Donnelly alias Dec. Partnernya Ant buat bawain acara pencarian bakat itu emang nggak terlalu spesial banget kalau dilihat-lihat lagi. Badannya juga terbilang pendek, nggak yang tinggi melambung layaknya bule-bule lain. Tapi bukankah mungil itu artinya lebih imut dan menggemaskan? Versi mini dari kopi sachetan kayaknya lebih aman bagi lambung saya.
Kembali ke Dec, yang saya sukai dari dia, satu lagi kesamaan dengan kedua kesayangan saya di atas, adalah sifat humoris. Yaiyalah, Dec itu pasangan melucunya si Ant, dan mereka awet banget selama 25 tahun berkarier bareng.
Umur si Dec ini lebih jauh lagi dari saya, di atas Jflow juga. Jadi memang terbukti bahwa cinta itu nggak mandang perbedaan usia. Saya suka setiap gayanya di atas panggung, saat membawakan acara, dan saat berinteraksi dengan orang. Hmm... sepertinya saya memang harus membulatkan tekad buat menujukkan bakat saya, mungkin dengan ikut BGT. Kalaupun saya dapat buzzer dari keempat juri, paling nggak, saya bisa ketemu idola saya. Wah, ini memang impian yang mahal sekali ya? Jadi, yeay or nay?

Impian Di Tahun Ini

Yeay, akhirnya udah sampai di hari ketiga tantangan nulis dari #KampusFiksi, dan tema hari ini menyenangkan sekali. Ngomongin masalah hal yang pengin dicapai dalam tahun ini tentu banyak banget. Dari ratusan lapis, yang bukan merupakan lapisan wafer, maka Saya pilihlah kelima impian berikut.

Peringatan : Postingan berikut juga nggak jauh dari curhatan. Pesan moral? Ini bukan buku pelajaran kewarganegaraan, jadi ya entahlah.

1. Karya Bisa Tembus Media
Saya belum berani menyebut diri ini penulis. Karena penulis itu konsisten menulis. Sedangkan Saya ini hanya kumpulan debu di sela-sela keyboard laptop yang masih kalah sama suasana hati waktu di hadapkan sama tulisan.

Tapi ya tetap saja Saya punya cita-cita, pengin karya Saya yang belum keren-keren amat itu di muat di media. Walau cukup lambat, tapi Saya selalu berusaha sampai bisa menuliskan kata tamat pada setiap karya. Baik novel maupun cerpen. Sudah beberapa yang selesai, beberapa di kirim namun belum ada kabar, dan ada yang sedang dan terus Saya kerjakan. Tahun ini, Saya percaya, usaha nggak akan membohongi hasil. Jadi, sabar saja, akhir tahun masih jauh.

2. Usaha Yang Dirintis Bisa Berkembang
Pertengahan tahun kemarin, Saya memulai bisnis yang cukup menguras tenaga dan finansial. Hasilnya? Jatuh, bangun dan jatuh lagi. Apakah Saya kapok? Jawabannya bisa ya dan bisa nggak. Iya, Saya kapok, dalam artian kapok memulai sesuatu tanpa perhitungan yang matang. Niat saja ternyata nggak cukup buat memulai sesuatu yang besar. Nggak kapok, Saya akan terus berusaha untuk menyelesaikan apa yang Saya mulai.

Membangkitkan usaha kuliner dan fashion yang Saya rintis ini beneran nggak mudah. Kalau dilihat dari kacamata dompet Saya, usaha ini napasnya lagi satu-satu. Tapi, ambil sisi positifnya, masih bernapas. Jadi, kenapa nggak terus berusaha saja. Ya, kan?

3. Jadi Blogger
Saya pengin banget jadi food blogger dan juga beauty blogger. Kenapa? Menemukan jawabannya itu sesederhana menemukan hujan di bulan Desember, karena hujan bulan Juni itu sudah milik Pak Sapardi Djoko Darmono. Saya suka makan dan dandan. See? Mudah banget bukan jawabannya? Orang yang kenal Saya pasti tahu dua hal itu emang Saya banget. Kalau akhirnya orang bisa mengenal Saya dari tulisan, Saya anggap itu bonus.

Realisasinya? Walau cukup telat, karena Saya punya akun media sosial dan blog ini udah sejak ratusan tahun yang lalu dan barusan saja niat pengin memaksimalkannya, Saya mulai mengunggah review kecil-kecilan. Well, semua hal besar pasti dimulai dari hal kecil, kan?

4. Beliin Mama Cincin dan Papa Jam Tangan
Kedua orang tua Saya adalah yang terbaik. Walaupun Saya sering mengecewakan mereka, tapi mereka selalu ada buat anaknya yang bandel ini. Saya sadar banget, belum pernah bisa kasih apa-apa. Memang sih mereka nggak minta, tapi Saya harusnya bisa paham. Sebelum akhir tahun, Saya harus bisa beliin cincin dan jam tangan. PR besar, karena Saya juga punya banyak hutang lain yang harus Saya tanggung. But old proverb said, When there is a will, there is a way. Bukankah Tuhan itu nggak jauh dari hambaNya yang terus berusaha?

5. Punya Rak Buku
Kesannya sepele banget ya?! Tapi beneran, sampai sekarang Saya belum punya rak buku. Sehingga menyebabkan buku-buku koleksi Saya musti ditumpuk dalam kardus. Mengenaskan sekali.

PR selanjutnya sebelum Saya punya rak buku adalah soal tempat. Rumah sudah penuh perabotan dan nggak tahu mau taruh di mana rak bukunya. Baiklah, sepertinya Saya butuh semedi.  Sebelum Saya beneran mengasingkan diri untuk mencari wangsit, Saya cuma punya satu pertanyan buat kamu, apa impianmu di tahun ini?

Kamis, 19 Januari 2017

My Historical Moment

Apakah kamu nebak bahwa postingan berikut bakalan pakai bahasa Inggris? Nah! I pranked you. Besok kalau Saya punya pacar teman ngobrol orang bule kayaknya baru Saya bisa fasih pakai bahasa Inggris deh. Selama ini nggak ada partner buat bisa tik-tok gitu, padahal sebetulnya ya karena malas. Alasan kenapa judulnya pake enggres? Biar pendek aja gitu *ditampol sandal

Eh, lha kok malah curcol masalah kemampuan berbahasa sih? Back to the real topic ya, Gaes. Hari ini masuk hari kedua #writtingchallenge dari #KampusFiksi. Dan tema yang musti ditulis adalah tiga hal yang bisa membuat histeris.

Tema ini lumayan berat, walau nggak sebanding dengan berat badan yang nambah lima kilo dalam setahun belakangan ini. Kenapa? Karena Saya cuma punya sedikit memori tentang momen-momen yang membuat Saya histeris, bahkan waktu dilamar juga nggak histeris. Dan menyedihkannya adalah, momen histeris yang paling lekat di ingatan adalah kenangan buruk.

The most histerical moment in my life was when I got a phone saying that my brother passed away. Saya ingat betul, hari itu jam 8 malam, 2 Februari 2012. Berita itu membuat tulang serasa tercabut, Saya lemas, terduduk di lantai kamar, dengan hp yang masih saya genggam erat-erat. Saya menangis sejadi-jadinya. Baru kali itu Saya memekik.

Dada Saya berlobang. Lobang besar yang nggak akan pernah bisa ditutup lagi. Seperti black hole, lobang itu menyerap kesadaran dan kekuatan. Bahkan buat nyampain berita bahwa adik kecil yang saat itu berusia sebelas tahun udah nggak ada ke anggota keluarga lain, susah banget, Saya nggak punya kosakata untuk diucapkan waktu itu. Yes, cancer took our lil’ angel away from our sight, but not from our heart. Nah, kan, nangis lagi Saya. Baiklah, let’s move to another histerical moment, daripada nanti Saya termehek-mehek nggak jelas.

Momen selanjutnya itu waktu Saya lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Histerisnya campur antara kaget, sedih dan senang. Kaget, karena Saya nggak benar-benar ngerjain soal, malam sebelumnya aja Saya malah masih baca novel sampai larut, nggak belajar sama sekali. Serius, ini murni kasih karunia Tuhan, bukan karena Saya jenius. Sedih, karena Saya penginnya kuliah di Jogja, udah daftar juga. Senang, karena ya berarti Saya orang terpilih, berhasil mengalahkan saingan yang bejibun. Iya, Saya sombong bener.

Kayaknya cuma dua itu momen Saya bisa benar-benar histeris. Andai ada satu lagi, mungkin adalah kalau nanti bisa lolos audisi Indonesia’s Got Talent. Serius, Saya pasti bakalan histeris sejadi-jadinya. Tapi itu baru wacana sih. Saya bingung mau nunjukin bakat apa. Nyanyi, suara saya banyakan fals-nya. Nari, nggak banget, orang Saya gerak dikit aja badan udah pegel-pegel. Sulap? Oke, ini berarti bunuh diri. Saya cuma bisa masak dan nulis. Kalau mau ikut Master Chef, kemampuan Saya memasak hanya akan membawa ke babak penyisihan. Untuk kemampuan yang terakhir, silakan kalian nilai dari isi tulisan di blog ini. Cukup (nggak) meyakinkan?

Akh, sudahlah. Bagian terpenting dari semua ini adalah di balik semua momen histeris, selalu ada orang-orang terkasih yang menemani menjalaninya, sungguh itu bagian terbaik.

Rabu, 18 Januari 2017

#Hari 1 Jelaskan Bagaimana Tipe Kekasih yang Kamu Dambakan

(Disclaimer : Tulisan ini diikutkan dalam event #KampusFiksi 10 Days Writting Challenge dan syarat aroma curhat)

Membahas tentang tipe kekasih idaman itu membuat saya teringat masa lalu, ketika masih berseragam putih biru. Saat itu saya sedang getol-getolnya menulis di buku harian, salah satunya ya tentang tipe kekasih idaman. Sungguh, saya ini visioner. Padahal saya baru boleh berpacaran saat sudah punya KTP.

Walau banyak yang berubah tentang kriteria lelaki yang saya inginkan untuk menjadi kekasih, tetapi dalam beberapa poin masih sama saja. Kesampingkan tentang harus seiman, harus beda jenis kelamin, good looking dan kaya mau kerja keras, karena itu prinsipil. Kita bahas poin yang lain saja :

1. Sense of Humor
Nggak harus seorang pelawak juga sih ya, karena buktinya saya nggak bisa cinta sama Tukul Arwana atau Bopak, tetapi saya ngefans habis sama GilBas, stand up comedian keriwil yang andai dia di dekat saya rasanya pengin unyel-unyel aja gitu. Semua lebih ke arah bisa saling memahami guyonan masing-masing, gaya bercandaan yang satu frekuensi. Saya pernah jatuh cinta sama seseorang yang guyonannya jayus kata orang, tapi saya ketawa-ketawa aja sama dia. Oh, ini yang salah saya sih kayaknya ya. Oke, lanjut aja kalau gitu.

2. Pelukable
Bukan, bukan artinya saya mesum penginnya peluk-pelukan melulu ya ehe ehe ehe. Tapi saya suka seseorang yang enak buat cuddling. Saya memang pernah naksir sama orang yang kerempeng, tapi perbandingannya 1:10. Ya, orang gendut lebih menarik buat saya. Selain karena enak dipeluk, mereka juga nggak ribet soal makanan. Secara, saya yang Taurus ini suka sekali makan dan paling gemas sama orang yang mengomentari menu dan porsi makanan saya.

3. Fleksibel
Apakah saya mengidamkan seorang kontorsionis sebagai kekasih? Nggaklah. Saya agak ngeri malahan kalau lihat kekasih saya badannya bisa meliuk-liuk gitu. Maksudnya adalah seorang yang nggak ribet. Berprinsip tapi nggak suka memaksakan prinsipnya. Intinya bisa diajak diskusi. Tentang apa saja.

Masih ada lagi yang lain sih, cuman kalau dibeberin semua nanti jadi nggak seru. Kalau pengin tahu lebih banyak, bukankah lebih baik kalau saling kenal secara pribadi saja? *digetok mamase

Jumat, 05 Februari 2016

Galih Dan (Bukan) Ratna

               Kali ini aku tidak sedang ingin bercerita tentang film romansa yang sempat laris di Tahun 1979 itu. Bukan juga akan mengisahkan tentang Rano Karno maupun Yessi Gusman. Aku hanya ingin menuturkan tentang kita. Ya, kamu – Mas Galih – dan aku, yang bernama bukan Ratna. Surat ini aku buat untukmu.

                Mas Galih yang selalu tersenyum manis, aku tahu kamu tidak terlalu suka membaca. Jadi, aku beritahukan hal ini terlebih dahulu. Suratku ini mungkin akan sangat panjang dan melelahkan untuk kamu baca. Aku tidak memaksamu untuk menghabiskannya dalam sekali duduk, aku tahu kamu sangat sibuk, Mas. Aku sudah sangat berterima kasih jika kamu mau membacanya. Jadi, tengoklah barang sebentar-sebentar, tapi aku harap kamu mau membacanya sampai halaman terakhir.

                Apa kabar Banjarmasin hari ini, Mas? Apakah mendung juga seperti Solo? Akh, memang Solo beberapa waktu ini diguyur hujan dan suasananya menjadi sangat sendu. Tapi sesungguhnya Solo yang teduh seperti ini memang yang aku rindukan setiap kali mencoba jauh. Andai saja kamu bisa singgah di sini sebentar. Aku akan mengajakmu berkeliling. Menikmati makanan khas yang mungkin cita rasanya tidak terlalu berbeda dengan Jogja, kota asalmu. Tapi, sepertinya hal berkunjung dan berjalan-jalan bersama itu sekarang menjadi cukup mustahil.

                Apakah koleksi batu akikmu juga sudah bertambah lagi, Mas? Aku sering membayangkan ikut bersamamu keluar masuk pasar, menemanimu menggerinda bongkahan-bongkahan itu hingga menghasilkan bebatuan yang cantik. Kamu sungguh pintar memoles. Tapi, aku juga tidak bisa menerka-nerka, apakah aku akan marah jika terkalahkan dengan hobi yang menyita waktumu setiap weekend dan liburan itu, atau aku akan bisa sabar menunggu? Aahahaha, itu hanya khayalanku saja, Mas. Aku tahu, aku tidak punya tempat lagi untuk memohon itu semua terkabul.

                Mas Galih yang bercita-cita ingin jadi advokat, lucu rasanya jika teringat waktu pertama kali kita berkenalan. Aku harus berterima kasih pada Dewi karena sudah menjadi jembatan agar aku bisa kenal dengan seseorang yang hebat sepertimu, Mas. Aku mengenalmu dari semua cerita Dewi. Dan, you obviously captured me! Dari foto yang Dewi bagikan padaku, aku merasa bahwa kamu punya aura yang baik. Kemudian, kamu menyapaku lewat aplikasi chat di smartphone. Apa kamu tahu? You really had me at hello.

                Membingungkan sekali, bahwa aku jadi bisa begitu terperangkap padahal kita belum pernah bertatapmuka. Aku jadi sering tersenyum sendiri kala itu, setelah aku pikir alasannya, itu semua karena kamu, orang yang serius dan humoris pada saat yang bersamaan. Perhatian kecil yang kamu berikan di pagi hari cukup untuk membuat suasana hatiku cerah seharian.

                Mas Galih yang hobi kuliner, apa kamu ingat saat akhirnya kita dipertemukan untuk pertama kalinya di Jogja? Maaf merepotkanmu kala itu karena harus menjemputku. Dan ujungnya kamu malah aku biarkan sendirian bermain dengan smartphone-mu sementara aku menghilang sebentar bersama teman-temanku. Aku masih merasa menyesal sampai sekarang. Tapi terima kasih, kamu sudah sabar menghadapiku yang membuat kita tersasar karena aku lupa denah dan alamat.

                Jalanan kota Jogja yang hanya bisa kita nikmati sebentar selalu membawa nostalgia. Begitu pula dengan Raminten. Aku selalu terpikir tentangmu setiap mengingat Jogja. Kenangan adalah candu. Bagaimana cara aku mendapat obat penawarnya?

                Aku masih ingat, Mas Galih, saat kita berkeliling sudut Jogja dengan motor matic hitam itu. Aku terkejut saat kamu memegang tanganku dan mengatakan agar memasukkan jemariku ke dalam saku jaketmu agar tidak kepanasan. Kamu pasti tidak melihat bagaimana pipiku yang seharusnya disembunyikan karena bagian itulah malahan yang terasa panas, bukan tanganku. Andai saja aku bisa sedikit lebih lama di Jogja. Andai saja aku bisa menghabiskan waktu dan mengenalmu lebih jauh. Terlalu banyak yang ingin aku ulang, Mas. Andai takdir mengizinkan. Andai saja.

                Dan kemudian yang aku takutkan terjadi. Kamu mulai menjauh secara tiba-tiba. Walau sebenarnya dari awal saat kamu enggan memanggilku hanya dengan sekadar nama, aku sudah merasakannya. Ada jarak yang memang sedang kamu terapkan, tapi di saat yang sama kamu juga ingin mendekat. Kamu masih ragu-ragu, namun juga antusias. Ternyata kita berdua adalah manusia impulsif yang sama.

                Aku merasa kehilangan, Mas. Tapi aku tahu, kamu sudah memilih. Dan aku harus menghormati pilihan itu. Kadang, aku menyalahkan diriku yang memang suka terlalu terburu-buru. Seharusnya aku tahu, kamu memang butuh waktu. Mungkin, kamu butuh lebih dari sekadar memaklumi cinta pada pandangan pertama. Sebab pandangan kedua, ketiga dan seterusnya bisa lebih mencelikkan mata.

                Dewi sempat bertanya padaku apa yang terjadi dan hanya bisa aku jawab dengan senyuman. Aku hanya bisa menjawab bahwa kita sepertinya tidak akan memulai sesuatu yang lebih serius karena menjadi kawan juga sudah merupakan hubungan yang bisa dirayakan. Walau aku sepertinya merasa terluka untuk sebuah sebab yang mungkin salahku sendiri karena terlalu banyak menerka-nerka.

                Mas Galih yang akhirnya memilih untuk menjadi seorang teman, aku tahu bahwa kita tidak bisa memaksakan perasaan. Walau sejak pertama sejujurnya aku ingin bisa memiliki senyum manismu dan kekonyolan serta semua yang ada padamu untuk menemani langkahku, tapi aku tahu bahwa segalanya sudah diatur. Termasuk ketika aku tidak bisa mendapat apa yang aku mau. Kamu berhak mendapat yang terbaik. Walau begitu, cerita kita adalah dentingan nada terbaik dalam musik kehidupanku yang aku favoritkan. Karena yang terbaik tidaklah selalu harus dimiliki namun cukup untuk dinikmati.

                Seseorang dengan berbagai tanya yang aku belum temukan jawabannya, Mas Galih. Aku tahu mungkin aku terlalu terburu-buru menurut pandanganmu. Aku sudah mulai lupa apa warna favoritmu, entah hijau entah merah. Aku juga sudah mulai lupa apa makanan favoritmu, apakah kamu suka kecap atau tidak. Aku juga tidak tahu alasan kamu selalu menulis nama lengkapmu tanpa spasi. Aku sudah mulai memudarkan ingatanku. Lantas apa yang kamu lakukan selama beberapa bulan ini? Pastinya kamu sudah menemukan dunia baru. Tentu saja.

Ohiya, aku sekali lagi mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya adikmu ya, Mas. Pasti berat ditinggalkan oleh orang tersayang dengan begitu mengejutkan. Tapi aku selalu percaya, Tuhan begitu mengasihi Dik Yoga. Tuhan menjaganya baik-baik di surga sana. Dik Yoga pastilah kesayangan Allah, sampai dia dijemput lebih dulu. Dan Mas Galih beserta keluarga akan diberikan kekuatan lebih untuk menjalani kehidupan hari demi hari.

                Aku tahu rasanya kehilangan, Mas. Empat tahun yang lalu, adikku juga sudah berpulang terlebih dahulu setelah berjuang melawan sakit selama dua bulan. Usianya baru sebelas tahun waktu itu. Dia masih terlihat gemuk dan ceria ketika aku terakhir memandangnya tertidur panjang. Kanker darah yang membuka jalan adik kecilku untuk menghadap Sang Khalik.

                Mungkin saat ini, adikku Frans sedang bermain bersama Dik Yoga, ya siapa tahu. Kita juga akan bertemu mereka kelak. Semua hanya perpisahan sementara. Terkadang, aku mengalihkan rasa rinduku dengan berpikir bahwa adikku sedang bermain bola bersama kawan-kawannya, terlalu asyik hingga enggan pulang. Tapi tak apa, bukankah itu artinya dia sedang berbahagia?

                Akh, sudahlah. Maaf jika aku terlalu terbawa suasana. Adikku selalu membagikan kebahagiaan. Pun aku percaya begitu juga dengan Dik Yoga. Jadi, seharusnya kita tidak punya alasan lagi untuk bersedih. Kerinduan berbeda dengan kesedihan. Kita akan selalu merindukan mereka. Tapi kesedihan tidak aku pilih untuk merayakan senyum mereka yang selalu akan aku kenang. Aku akan memilih untuk mengingat mereka dalam kebahagiaan.

                Mas, apa kamu heran mengapa aku menulis surat ini? Mengungkapkan kekecewaan? Menyatakan perasaan? Mendahuluimu menyampaikan apa yang ada dalam pikiran? Atau apa kesimpulanmu tentang semua ini? Aku bisa saja menyampaikannya, tapi aku memilih untuk menyimpannya saja. Sama seperti kamu yang tidak harus menjawab mengapa pergi menjauhiku. Cukup adil bukan? Hehehe.. Atau kalau kamu sungguh ingin tahu, nomorku masih sama. Path juga kamu tahu inisialnya. Andai pun tidak, tak mengapa.

                Dari awal aku pikir cerita Galih dan Ratna tidak sama dengan kita. Ternyata ada sisi yang cukup mirip. Mereka berdua berusaha dipisahkan oleh beberapa orang yang tidak menyetujui mereka bersama. Kalau kita, sepertinya dipisahkan oleh takdir. Klise.

                Akh, sepertinya sungguh sudah sangat panjang aku menceritakan semua yang aku rasa dan pikirkan. Pada akhir suratku yang panjang dan bertele-tele ini, aku ingin memanjatkan doa. Semoga semua yang kamu impikan terwujud. Kuliah S2-mu lancar. Menemukan jodoh yang sebanding dan sepadan, yang bisa saling membangun dan menguatkan. Dan semua doa-doa lain yang aku sematkan pada udara untuk dinaikkan menuju Sang Maha Esa.

                Berbahagialah selalu, Mas GalihWahyuAntoro.

Teriring salam dan doa,

-Ririn a.k.a bukan Ratna-



Kamis, 04 Februari 2016

Kepada Macan Di Tahun Monyet



Hai, Can. It’s been a while since our last meeting. Apa kabarmu? Aku selalu berharap kamu lebih dari sekadar baik-baik saja. Hawa dingin sisa hujan sepagian tadi masih terasa menusuk kulit. Tapi ada yang menjalar hangat di hatiku setiap kali mengingatmu. Sepertinya, aku tenang meringkuk di dalam selimut kenangan tentangmu. Tanpa harus pergi ke luar, menghadapi kenyataan yang seringkali lebih gigil daripada perasaan tentang masa lalu.

Bulan kedua di tahun monyet. Ada yang bilang ini tahun yang kurang bagus. Akan ada banyak perlawanan. Tapi, kita masih beruntung untuk urusan keuangan. Kita berdua sama-sama Macan. Tentunya kita tidak akan mudah dikalahkan. Bukankah macan itu tangguh dan tidak mudah menyerah? Akh, aku terlalu bernostalgia. Maaf, aku baru saja membaca artikel di suatu portal ramalan shio. Dan aku teringat padamu, kembaran macanku.

Kamu, lelaki hebat yang aku tahu. Gitaris band metal ternama (ahahaha), berbadan rambo tapi berhati rinto (ahahahahha lagi), a family man, teman yang baik, dan ayah yang luar biasa untuk anak gadisnya. Walaupun aku harus mengerutkan dahi berkali-kali setiap mendengar gurauan-gurauanmu, aku tetap akan memasukkanmu ke dalam daftar lelaki humoris (ahahahahaha untuk ketiga kalinya). Karena katanya, orang bershio macan memiliki selera humor yang mengagumkan. Oke, mari kita ber-hahahahaha untuk kesimpulan tadi J

Aku selalu merasa beruntung pernah mengenalmu. Walau aku sempat melewatkan masa melihatmu dengan rambut panjang lurus mirip personel F4 itu – yang tentu sangat aku syukuri karena tidak pernah menjumpainya ahahaha – dan juga banyak perjalananmu yang tak sempat aku ikuti. Aku bangga, pernah kamu percayai. Aku bersyukur pernah ada, ikut menanggung luka, walau tak seberapa lama.

Can, sudah beratus hari sejak tahun kambing kayu sampai monyet api sekarang ini. Banyak peristiwa terlewat yang kita saling tak mengetahui. Aku paham, aku bukan lagi teman bertukar cerita tentang apa saja. Dulu dan sekarang tentu saja berbeda. Dan, membuka kembali kotak pandora itu tentu membawa luka. Janji-jani yang sempat terucap, anggap saja sudah ditepati. Aku mengerti. Ada waktunya datang, ada waktunya pergi, dan aku tidak akan berusaha membuat semuanya kembali.

Tak perlu lagi membangun reruntuhan.

Tapi, walau bagaimana, kamu tahu pasti alasan aku tidak pernah bisa sepenuhnya menjauh. Ada sebagian ingatan yang selalu mengajakku untuk melewati lorong waktu. Tapi, aku tidak akan mengajakmu serta. Apa yang aku sebut pulang malah seharusnya adalah hal yang menjadi alasanmu untuk pergi. Ya, memang seharusnya demikian. Tidak ada yang salah dengan itu. Aku menerimanya sebagai hadiah. Walau aku tergores, tapi aku akan baik-baik seperti selama ini dan akan selalu begitu. Jangan kuatirkan aku.

Suatu saat nanti pasti kita akan dipertemukan kembali. Entah dengan situasi yang seperti apa. Entah apakah itu saat reuni SMP, saat kita bertemu pas jam makan siang, saat berpapasan di jalan, atau malah saat berada di pusat perbelanjaan. Saat itu jika aku belum berubah, maafkan jika mungkin aku memilih menyingkir. Aku takut akan marah kepada takdir. Tapi, jika aku sudah sekuat itu, aku akan mendekat, menjabat tanganmu, dan melemparkan pertanyaan basa-basi tentang kabar.

Terima kasih sudah pernah menjagaku. Menjauhkanku dari mata iseng dan siulan mengganggu serta yang lebih daripada itu. Terima kasih sudah mengajarkanku pelajaran berharga untuk tidak mudah percaya. Terima kasih sudah melatihku untuk mengalahkan luka.

Terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk mendengarkan keluh-kesahku. Menimpali gurauanku dengan lelucon jayusmu. Mempertahankan telingamu terhadap suaraku yang berantakan tiada tara yang aku kirim lewat voicenotes bertubi-tubi itu. Dan berjuta kekonyolan, kemarahan, dan kesalahan yang lain.

Terima kasih, Can.

Tetap pertahankan senyum malu-malumu itu.

Jangan suka marah ya. Aku tidak akan sempat untuk menyusun kacang lofet, permen cium, serta minuman susu tarik dalam botol itu, hanya untuk membuatmu tersenyum. Akh, iya, ada yang aku lupa. Setelah beberapa lama ini pasti kamu sudah sering belajar menyikapi semuanya tanpa bantuanku. Aku lega. Kamu memang setangguh macan.

Masih banyak dan mungkin terlalu banyak hal yang ingin aku sampaikan. Tetapi memang terkadang ada baiknya menyimpan sesuatu untuk kebaikan bersama.

Mari kita rayakan pertemuan dan perpisahan sebagai bagian dari kehidupan. Mari kita berpesta untuk setiap hari di depan yang akan kita lalui dengan berbagai kemungkinan. Berbahagialah! Dan saat kamu kehilangan sedikit bahagiamu, kamu tahu harus mencariku di mana. Aku akan bagikan kebahagiaanku untukmu.

Salam untuk ratu serta putri kecil dalam istanamu. Jadilah raja dan ksatria mereka. Aku? Pengembara dari negeri seberang, akan selalu memanjatkan doa-doa dari kaki langit. Untukmu. Untuk semua kebahagiaan yang kamu usahakan. Untuk semua, yang kamu perjuangkan.

Salam dalam kasih,
Your biggest fans and friend.
-Macan Api Yang Mengaku Bidadari-

“I have found the paradox, that if you love until it hurts, there can be no more hurt, only more love.”
-Mother Teresa-